TV Online

Puisi Untuk Ibu Yang Sangat Menyentuh Hati 2019

Puisi Untuk Ibu  merupakan sebuah ungkapan perasaan kasih sayang seorang anak kepada ibu tercinta yang sudah mengandung selama 9 bulan.

Puisi Untuk Ibu

 

IBU

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tampa pamri
dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang
Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikatku
dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku
Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu... bekerja keras
untuk menafkahiku
ibu... terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu...




UNTUKMU IBU

 

Buat mu bunda
Bunda termulia….
Jiwaku rela berkorban tuk bahagiamu.
Kau tanggung derita demi derita waktu mengandungku.
Dua th lamanya kau tumbuhkan dagingku dgn air susu kesucian.

Kau kokohkan tulangku bersama air susu ketabahan.
Kau alirkan darahku dgn air susu kegigihan.
Kau hidupkan harapanku bersama keteguhan imanmu.
Kau bangun musim depanku dgn untai doamu.

Tuhan mengasihi tiap-tiap tetes airmatamu.
Tuhan memberkati tiap keringat dari tubuhmu.
Tuhan merahmati tiap-tiap jejak tapak kakimu.
Tuhan mencatat kebaikan dalam tiap hembus nafasmu.

Ibunda…..
Enggak sempat kau pedulikan nasib dirimu.
Kau jadikan tubuhmu benteng yg melindungi anakmu.

Ibunda…
Tlah kau memberi hidupmu padaku.
Sekarang Ini, gampang bagiku mempersembahkan nyawa untukmu.
Andai seluruhnya dunia berada dalam genggamanku…
Kan kutumpahkan segala isinya dibawah tapak kakimu.

Mau kutumpahkan air mataku…
& bersimpuh di hadapanmu…
Kurangkai kata maaf atas kekuranganku.
Walau kuhidup berjuta tahun…

Kulalui siang serta tengah malam tuk berbakti padamu.
Seluruh itu takkan bisa membayar setetes susu yg kau memberi padaku…



Puisi Seorang Anak Untuk Ibu 

 

Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan..
Untuk berjuang dalam pertempuran..
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi..
Doakanlah agar aku berhasil..

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang..
Merebut kemenangan di mana pun adanya..
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis..
Biar kucari jalanku sendiri..

Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar..
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut..
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata..
Biar kuutarakan pikiranku..

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku..
Memahat tempatku, menjahit kainku..
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku..
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.



Terima Kasih Ibu

 

IBU...rambutmu kini sudah mulai memutih
Kulitmu tak lagi kencang
Penglihatanmu tak lagi terang
Jalanmu kini sudah mulai goyang

Namun..apa yang terlihat
Semua itu tak pernah engkau rasakan
Semua itu tak pernah engkau pedulikan
Aku paham, semua itu demi anakmu

Sepanjang jalan engkau mengais rejeki
Sepanjang waktu engkau berhitung
Berapa laba kau dapat hari ini
Tuk membayar semua letihmu

Engkau tak lagi dapat membedakan
Mana siang, mana malam
Semangat mengalahkan gemetar kakimu
Dan segala rasa lelahmu

Ini semua...untuk siapa?
Hanya untuk anakmu
Anak yang engkau impikan menjadi orang hebat
Mencapai setumpuk asa

IBU...sampai kapanpun,
Anakmu tak kan pernah lupa
Atas semua jasa, do'a dan derita
Keringat yang engkau cucurkan

IBU...engkau sudah terlalu besar, berkorban
Hanya surga yang pantas membayar tulusmu
Hanya Tuhan yang pantas menjagamu
Dunia dan akherat..

IBU...
Anakmu kan selalu merindumu
Do'a di setiap hembus nafas ini
Terima kasih...IBU, untuk semua ikhlasmu